
PALEMBANG — Dua tahun pasca Pilkada Sumatera Selatan, suara para relawan yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi kembali menjadi sorotan.
Mereka adalah orang-orang yang hadir di tengah masyarakat, bergerak dari berbagai lapisan, membawa harapan, menyampaikan aspirasi, dan ikut mengawal sebuah perjuangan politik dengan keyakinan akan lahirnya perubahan yang lebih baik.
Namun setelah pesta demokrasi usai, muncul sebuah pertanyaan besar: apakah perjuangan para relawan masih mendapatkan ruang dan perhatian?
Baca juga: Waketum DPN BRINUS Syahrul Natsir: Semoga di Usia 80 Tahun Polri Makin Dicintai Masyarakat
Bagi sebagian relawan, perjuangan tidak seharusnya berhenti ketika proses pemilihan selesai. Energi kebersamaan yang telah terbentuk harus tetap dijaga dan diarahkan menjadi kekuatan sosial untuk ikut membangun daerah.
Salah satu penggerak relawan Sumatera Selatan, H. Irwansyah Mulkan, SE,MM yang kini mendapat mandat sebagai Ketua DPW Brigade Nusantara (BRINUS) Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa relawan bukanlah kekuatan yang hanya dibutuhkan ketika momentum politik lima tahunan berlangsung.
“Relawan bukan sekadar kekuatan politik saat pemilihan. Relawan adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian, gagasan, jaringan, dan semangat pengabdian. Setelah Pilkada selesai, energi positif ini seharusnya tetap dijaga dan diberi ruang untuk ikut membangun daerah,” ujar Irwansyah.
Menurutnya, ribuan relawan yang pernah bergerak memiliki potensi besar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi kerakyatan, UMKM, pertanian, sosial kemasyarakatan, hingga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Baca juga: FKDM Milad ke 20 Tahun, FBR Berharap Bisa Sinergi Perkuat Deteksi Dini Kamtibmas Bersama di Jakarta
Ia menilai, keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti Brigade Nusantara dapat menjadi salah satu wadah untuk mengakomodir aspirasi masyarakat dan para relawan yang selama ini memiliki semangat perjuangan.
“Organisasi bukan hanya tempat berkumpul. Tetapi harus menjadi ruang perjuangan sosial, tempat menyampaikan gagasan, membangun sinergi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Irwansyah menegaskan, relawan tidak ingin hanya dikenang sebagai kekuatan yang muncul saat kontestasi politik berlangsung.
“Suara yang pernah menyala jangan sampai padam. Di balik suara itu ada waktu, tenaga, pikiran, dan harapan masyarakat. Kalau energi ini diarahkan dengan baik, relawan bisa menjadi kekuatan besar untuk kemajuan Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Ia berharap Brigade Nusantara dapat menjadi rumah bersama bagi masyarakat dan para relawan Sumatera Selatan yang ingin terus berkontribusi.
“Perjuangan tidak berhenti setelah kemenangan politik. Justru setelah itu dimulai tanggung jawab yang lebih besar, yaitu bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata,” pungkasnya.
Dua tahun pasca Pilkada menjadi momentum untuk membuka ruang dialog antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan para relawan. Bukan untuk melihat kembali masa lalu, tetapi untuk membangun masa depan bersama.
Sebab demokrasi yang sehat bukan hanya tentang memenangkan suara, tetapi tentang bagaimana menjaga kepercayaan dan partisipasi masyarakat setelah kemenangan diraih.
- Suara yang pernah menyala adalah suara harapan. Dan harapan masyarakat akan terus hidup ketika diberi ruang untuk berkontribusi tutur Ketua DPW BRINUS Sumsel. (red)


